Profil

MTs AL-INAYAH BANDUNG

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Inayah adalah sebuah lembaga pendidikan formal sederajat SMP yang bernuansa Islami yang diselenggarakan oleh Yayasan Pesantren Al-Inayah (YPA) didirikan pada  tahun 1979 yang diprakarsai oleh Ketua Yayasan yaitu KH. Toha Syihabuddin  didampingi oleh DR. Dede Nurzaman, MA sekaligus sebagai Kepala Sekolah yang pertama (1979 – 1984) kemudian dilanjutkan oleh Drs. Rosyidin Fakhrudin (1984 - 1993), Drs. Enjang Supriatul Anwar ( 1993 - 1999 ), Drs. RM. Joesep   (1999  - 2000 ), Drs. Ridwan (2000 - 2001 ) dan terakhir oleh HM. Abdurrahman S.Ag ( 2001    sampai sekarang) . Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Inayah merasa tertantang di dalam mewujudkan kesinambungan pendidikan yang terjadi dewasa ini yang kerapkali melibatkan unsur life skill, brains storming, dan leadership yang handal. Oleh karena itu, kiprahnya di dalam dunia pendidikan, selain harus  dituntut mampu menghasilkan lulusan yang siap berkompetitif, juga senantiasa berupaya untuk melakukan inovasi yang dinamis sesuai dengan tantangan zaman dengan tidak mengenyampingkan esensi nilai-nilai Islami sebagai landasan akhlakul karimah. Untuk melaksanakan Kurikulum 2006 yaitu Kurikulum Tingkatan Satuan Pendidikan (KTSP), Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Inayah mencoba untuk berbenah diri dalam segala aspek program pembelajarannya yang memposisikan diri sebagai agen masyarakat Islami. Maka Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Inayah pun berorientasi kepada hasil belajar siswa yang optimal. Kurikulum dan Hasil Belajar (KHB), menjelaskan faktor-faktor yang memandu pelaksanaan proses pembelajaran, pengajaran, dan penilaian untuk membantu siswa mencapai hasil belajar. Fokusnya adalah menciptakan sekolah dan kelas yang kondusif secara intelektual, fisik, dan sosial untuk belajar. Keberhasilan proses belajar dan mengajar bergantung pada keyakinan kita tentang faktor-faktor pendukung terjadinya proses pembelajaran yang efisien. Maka, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Inayah mengacu kepada beberapa faktor pembelajaran yang perlu diperhatikan agar proses belajar mengajar berlangsung dengan baik, antara lain :

  • Kesempatan untuk Belajar; Kegiatan pembelajaran perlu menjamin pengalaman siswa untuk secara langsung mengamati dan mengalami proses, produk, keterampilan, dan nilai yang diharapkan.
  • Pengetahuan Awal Siswa; Kegiatan pembelajaran perlumenyediakan pengalaman belajar yang dikaitkan dengan pengetahuan dan keterampilan awal siswa, serta nilai yang dimilikinya.
  • Refeksi; Kegiatan pembelajaran perlu menyediakaan pengalaman belajar bermakna yang mampu mendorong tindakan dan renungan setiap siswa.
  •  Motivasi; Kegiatan pembelajaran harus mampu menyediakan pengalaman belajar yangmemberi motivasi dan kejelasan tujuan.
  • Keragaman Individu; Kegiatan pembelajaran perlu menyediakan pengalaman belajar yang mempertimbangkan perbedaan individu.
  • Kemandirian dan Kerjasama; Kegiatan pembelajaran perlu menyediakan pengalaman belajar yangmendorong siswa untuk belajar secara mandiri maupun melalui kerjasama.
  • Suasana yang Mendukung; Sekolah dan Kelas perlu diatur lebih aman dan lebih konduksif untuk menciptakan situasi supaya siswa belajar lebih efektif.
  • Belajar untuk Kebersamaan; Kegiatan pembelajaran menyediakan pengalaman belajar yangmendorong siswa untuk memiliki simpati, empati, dan toleransi kepada orang lain.
  • Siswa sebagai Pembangun Gagasan; Kegiatan pembelajaran menyediakan pengalaman belajar yang mengakomodasi pandangan bahwa pembangun gagasan adalah siswa, sedangkan guru hanya sebagai penyedia kondisi supaya peristiwa belajar berlangsung.
  • Rasa Ingin Tahu, Kreativitas, dan Ruhul Jihad;  Kegiatan pembelajaran menyediakan pengalaman belajar yang memupuk rasa ingin tahu, mendorong kreativitas, dan selalu mengagungkan kebesaran Allah SWT.
  • Menyenangkan; Kegiatan pembelajaran perlu menyediakan pengalaman belajar yang menyenangkan siswa.
  • Interaksi dan Komunikasi; Kegiatan pembelajaran perlu menyediakan pengalaman belajar yang meyakinkan siswa terlibat aktif secara mental, fisik, dan sosial.
  • Belajar Cara Belajar; Kegiatan      pembelajaran   perlu  menyediakan 
  • Pengalaman   belajar   yang    memuat   keterampilan   belajar sehingg siswa terampil belajar bagaimana belajar (Learn How to Learn).
SARANA DAN PRASARANA  
1. Asrama Pondok Pesantren Putera Dan Puteri 
Seiring waktu dan perkembangannya, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Inayah telah banyak menghasilkan lulusan yang berprestasi dalam lingkup pendidikan lanjutan formal dan informal. Hal tersebut didukung dengan keberadaan Pondok Pesantren dengan pola asrama, yang sengaja disediakan bagi para siswa yang berkeinginan untuk mendalami ilmu-ilmu agama seperti Qiroat, Tauhid, Fiqh, Akhlaq, dan Bahasa Arab.
 
2. Laboratorium Komputer
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Inayah dilengkapi dengan sarana Laboratorium Komputer yang lengkap, didukung oleh para instruktur yang berpengalaman. Hal tersebut membantu siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasannya dalam dunia informatika, teknologi, dan komunikasi.  

3. Perpustakaan  
Sebagai sebuah lembaga pendidikan, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Inayah melengkapi dirinya dengan sarana perpustakaan yang menyediakan referensi dan bahan-bahan bacaan berbagai khasanah bidang keilmuan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan wawasan siswa.  

4. Klinik/Poskestren  
Sebagai bentuk keperdulian Yayasan Pesantren Al-Inayah (YPA) Kota Bandung terhadap kesehatan bagi siswa atau santri dan masyarakat sekitarnya, disediakan layanan kesehatan yang ditangani oleh tenaga-tenaga medis professional secara cuma-cuma.  

5. Multi Media
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Inayah memberikan fasilitas pendidikan berupa Multi Media  bagi aktivitas Proses Pembelajaran yang menggunakan Audio Visual dan Internet.  

6. Laboratorium Bahasa
Untuk Penguasaan materi bahasa Asing (Bahasa Inggris dan Bahasa Arab) disediakan pula laboratorium bahasa lengkap dengan perangkat pembelajarannya.